Kabel surya, juga dikenal sebagai kabel PV, adalah komponen tata surya untuk menghubungkan panel sistem tenaga fotovoltaik. Pembangkit listrik fotovoltaik didasarkan pada prinsip efek fotovoltaik. Ia menggunakan sel surya untuk mengubah energi dari sinar matahari langsung menjadi listrik melalui kabel surya. Sistem tenaga fotovoltaik terdiri dari tiga komponen utama: panel surya, pengontrol dan inverter.

Matahari mengandung energi yang sangat besar, namun pada praktiknya pemanfaatan energi surya sangat rendah. Tumbuhan di seluruh dunia hanya menggunakan diantara keduanya 1% dan 5% dari sinar matahari. Sementara teknologi tenaga surya paling efisien yang tersedia bagi umat manusia saat ini hanya bisa melampauinya 50% di laboratorium, dan pemanfaatan industri biasanya mencapai maksimum 40%, rata-rata sel fotovoltaik dapat mencapai antara 20% dan 25%.
Tata surya beroperasi di lingkungan yang keras dan sebagian besar digunakan di luar ruangan. Karakteristik pengoperasiannya dan karakteristik lingkungan aplikasi menentukan persyaratan khusus untuk kinerja kabel surya.
Properti tahan suhu tinggi
Pertama, itu harus tahan panas. Di hari yang cerah, paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat menyebabkan suhu di lokasi tersebut melonjak hingga 100 derajat Celsius. Biasa Kabel PVC dan karet tidak mampu beroperasi pada suhu setinggi itu, sehingga diperlukan kabel PV khusus.
Poliolefin ikatan silang yang diiradiasi digunakan untuk insulasi dan selubung kabel surya. Setelah diiradiasi dengan akselerator iradiasi, struktur molekul material diubah untuk memberikan berbagai aspek kinerja. Kabel surya memiliki tingkat suhu 120°C. Pada suhu ini mereka dapat digunakan 20,000 jam. Ini sesuai dengan 18 bertahun-tahun digunakan pada suhu terus menerus 90°C. Dan ketika suhu di bawah 90°C, masa pakainya bahkan lebih lama. Sebagai aturan, peralatan tenaga surya diharuskan memiliki masa pakai 20 ke 30 tahun atau lebih. Alih-alih kabel khusus untuk tata surya, beberapa kontraktor menggunakan kabel karet pada suhu 90°C atau kabel PVC pada suhu 70°C untuk menghemat biaya. Jelas sekali, hal ini akan berdampak signifikan terhadap kehidupan seluruh tata surya.
Properti ketahanan korosi
Saat mereka bekerja di luar ruangan, kabel surya juga harus memiliki tingkat ketahanan korosi tertentu. Peralatan tersebut harus tahan terhadap korosi kimia tertentu untuk memastikan bahwa peralatan memiliki kemampuan beradaptasi yang memadai terhadap lingkungan.
Properti kekuatan mekanik
Selama instalasi dan pemeliharaan, kabel surya terkena gaya eksternal yang kuat seperti tekanan, membungkuk dan meregangkan. jika selubung kabel tidak cukup kuat, kabel akan rusak parah. Karena itu, kabel surya harus memiliki kekuatan mekanik yang memadai. Hal ini akan memastikan kabel PV aman digunakan dan tidak terjadi korsleting atau bahaya kebakaran.
Dengan meningkatnya kesadaran akan perlindungan lingkungan dan pengembangan teknologi energi hijau, teknologi fotovoltaik semakin banyak digunakan di seluruh dunia. Selain pesatnya perkembangan pembangkit listrik PV yang didukung pemerintah, investor swasta juga berpartisipasi aktif. Pasar kabel surya tampaknya memiliki potensi besar.
Informasi ini disediakan oleh ZMS Cable Group, produsen profesional berbagai kabel dan aksesori terkait. Jika Anda memiliki pertanyaan, silahkan hubungi kami.

